Jangan Keliru, Ini Bedanya Thrift, Secondhand, dan Vintage Shop!

Thrifting Indonesia : Tetap Modis dan Ramah Lingkungan - Rahmi Aulia  Hidayat - Beauty & Sustainable Life Journal

Sejak 2020, thrift shop mulai banyak bermunculan di platform media sosial maupun e-commerce. Meski bukan merupakan barang baru, barang yang dijual di thrift shop tak jarang dijual dengan harga yang tak murah. Beberapa penjual pun melakukan kurasi dan photoshoot agar produk yang dijual makin menarik.

Ternyata, ada yang belum tau tentang thrift shop yang banyak dibincangan ini. Menurut seorang fashion blogger yang telah berkecimpung di dunia ini sejak 2007, Diana Rikasari, mengatakan bahwa kita harus memahami betul perbedaan thrift shop, secondhand shop, dan vintage shop.

Berdasarkan keterangan perempuan yang lahir di Amerika Serikat ini, thrift shop sebenarnya adalah charity shop yang sering disebut salvation army yang seharusnya secara resmi diatur oleh pemerintah. 

Menurut tulisan dalam akun Instagram miliknya, thrift shop yang benar berisi barang sumbangan dan barang bekas penduduk setempat yang dijual lagi dengan harga yang sangat murah. Tujuannya agar bisa dibeli oleh mereka yang kurang mampu, memastikan barang terjual lagi agar tidak menjadi sampah, dan toko memiliki pemasukan untuk para pegawai yang sebagian besar adalah imigran atau pengangguran yang sedang bertransisi mencari pekerjaan lainnya.

Tak sekedar menjaga toko, pegawai thrift shop diajarkan kemampuan seperti memilih barang, menjadi kasir, menjahit untuk memperbaiki baju atau barang yang rusak. Dengan demikian thrift shop merupakan toko yang barangnya berasal dari warga untuk warga, karena di sana warga bisa saling bertukar barang sekaligus membantu warga lain, yakni pembeli dan penjaga toko.

Perempuan yang kini menetap di Swiss ini pun menegaskan, barang-barang thrift shop biasanya bukan barang fashion yang dicap keren dan dikurasi. Jika menilik arti sebenarnya, thrift shop yang saat ini sedang marak sangat berbeda dari konsep aslinya ya!

Sementara itu pengertian secondhand shop lebih mudah dimengerti. Contoh mudahnya adalah Pasar Senen yang dikenal sebagai pusat baju secondhand alias baju bekas. Meski demikian, ada beberapa penjual yang mengkurasi barang dagangannya, tentu dengan harga berbeda. 

Vintage shop sendiri merupakan toko yang menjual barang-barang sebelum tahun 1970. Biasanya barang-barang ini dijual lebih murah karena kualitasnya yang sudah jauh menurun. Namun jika barangnya termasuk antik dan branded, harganya bisa jauh melejit lho!

Gimana, sudah tahu kan perbedaan ketiganya?